Tubuh ini seperti terikat
Terpenjara tanpa sebab
Mata dibutakan melihat
Telinga ditulikan mendengar
Bahkan..
Mulut pun dibisukan berbicara
Kenapa..
Kenapa semua terkekang..
Banyak orang yang ingin bebas...
Bebas melihat..
Bebas mendengar..
Dan
Bebas berkata-kata menyampaikan keinginannya..
Feedjit
Mengenai Saya
- Gallih Bintan Y
- Bekasi, Jawa Barat, Indonesia
- Teknik Industri, Universitas Gunadarma
Pengikut
Diberdayakan oleh Blogger.
Rabu, 04 April 2012
DEMOKRASI DAN BENTUKNYA DI SISTEM PEMERINTAHAN
Demokrasi sejatinya memiliki arti yaitu suatu bentuk pemerintahan politik yang kekuasaannya berasal dari rakyat. Hal ini menunjukkan bahwa kekuasaan tertinggi dalam sistem demokrasi ada di tangan rakyat. Seluruh rakyat mempunyai hak, kesempatan dan suara yang sama dalam mengatur segala sesuatu di pemerintahan suatu negara.
Secara garis besar, bentuk demokrasi dalam sistem pemerintahan terbagi dua yaitu demokrasi langsung dan demokrasi perwakilan.
- Demokrasi langsung adalah suatu bentuk demokrasi dimana setiap rakyat berhak memberikan suara atau pendapat dalam menentukan keputusan. Dalam hal ini rakyat menyuarakan aspirasinya sendiri sehingga memberikan pengaruh langsung terhadap yang terjadi dalam pemerintahan suatu negara.
- Demokrasi perwakilan adalah suatu bentuk demokrasi dimana setiap rakyat memilih perwakilannya dalam menyampaikan aspirasi melalui pemilihan umum.
Dan negara kita Indonesia pun mempunyai sistem pemerintahan yang demokrasi. Indonesia menganut kedua bentuk demokrasi tersebut yaitu demokrasi langsung dan demokrasi perwakilan. Namun sayang, akhir-akhir ini para perwakilan rakyat yang duduk di bangku pemerintahan tidak bisa membuat rakyat sejahtera, bahkan malah mencekik rakyat dengan keputusan-keputusan yang sangat merugikan rakyat yang telah memilihnya. Begitu juga ketika suara-suara aspirasi rakyat yang diwakili oleh para mahasiswa tak digubris sama sekali oleh pemerintah. Bahkan pemerintah berlaku sewenang-wenang tanpa memikirkan rakyat yang telah memilihnya.
Selasa, 06 Maret 2012
RINTIHAN ANAK BANGSA
Bangsaku..
Bangsa yang elok akan keindahannya
Bangsa yang penuh dengan kekayaannya
Bangsa yang berjuta ragam kehidupannya
Negaraku..
Mengapa banyak anak bangsamu yang menderita
Mengapa banyak kekayaanmu yang diperjualbelikan
Mengapa banyak anak bangsamu diacuhkan
Pertiwiku..
Banyak orang yang melakukan kewajibannya
Namun apa..
Namun mereka tak mendapatkan haknya sebagai anak bangsa
Kau telah rusak.. Kau telah pudar..
Indonesiaku
Kau butuh sentuhan orang beriman
Kau butuh seseorang yang berbeda
Agar anak bangsamu makmur sejahtera
Bangsa yang elok akan keindahannya
Bangsa yang penuh dengan kekayaannya
Bangsa yang berjuta ragam kehidupannya
Negaraku..
Mengapa banyak anak bangsamu yang menderita
Mengapa banyak kekayaanmu yang diperjualbelikan
Mengapa banyak anak bangsamu diacuhkan
Pertiwiku..
Banyak orang yang melakukan kewajibannya
Namun apa..
Namun mereka tak mendapatkan haknya sebagai anak bangsa
Kau telah rusak.. Kau telah pudar..
Indonesiaku
Kau butuh sentuhan orang beriman
Kau butuh seseorang yang berbeda
Agar anak bangsamu makmur sejahtera
Jumat, 02 Maret 2012
Amandemen Undang-Undang Setelah Reformasi
Tahun 1998 merupakan tonggak awal Indonesia untuk melakukan perubahan. Mahasiswa adalah kelompok baris terdepan yang menginginkan adanya perubahan. Saat ini kita mengenangnya dengan Reformasi 98.
Ketika semua hal harus mengalami perubahan. Salah satu tuntutan Reformasi 98 adalah dilakukannya perubahan (amandemen) terhadap UUD 1945. Latar belakang tuntutan amandemen antara lain karena pada masa Orde Baru, kekuasaan tertinggi ada di MPR bukan di rakyat, kekuasaan Presiden pun amat besar, adanya pasal-pasal yang terlalu luwes sehingga memiliki banyak arti.
Tujuan amandemen UUD 1945 waktu itu adalah untuk menyempurnakan aturan dasar negara, kedaulatan rakyat, HAM, pembagian kekuasaan, eksistensi negara demokrasi dan negara hukum, serta hal-hal lain yang sesuai dengan aspirasi dan kebutuhan bangsa. Amandemen itu pun tidak mengubah Pembukaan UUD 45, tetap mempertahankan susunan kenegaraan kesatuan atau selanjutnya lebih dikenal sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Beberapa kesempatan saya sempat membaca bahwa dalam kurun waktu 1999-2002, UUD 45 diamandemen sebanyak 4 kali yang ditetapkan dalam Sidang Umum dan Sidang Tahunan MPR. Di antara yang diamandemenkan adalah sebagai berikut...
- Sidang Umum MPR 1999, tanggal 14-21 Oktober 1999
- Sidang Tahunan MPR 2000, tanggal 7-18 Agustus 2000
- Sidang Tahunan MPR 2001, tanggal 1-9 November 2001
- Sidang Tahunan MPR 2002, tanggal 1-11 Agustus 2002
Jumat, 13 Januari 2012
MANUSIA DAN KEGELISAHAN
Kegelisahan berasal dari kata gelisah yang mempunyai berbagai macam arti, diantaranya yaitu rasa khawatir, rasa tidak tenang, dan rasa takut akan terjadinya sesuatu. Rasa tersebut timbul dengan sendirinya. Kegelisahan terjadi apabila ada sesuatu hal buruk akan terjadi. Kegelisahan juga diakibatkan karena negative thinking seseorang kepada sesuatu hal.
Banyak contoh yang bisa menggambarkan kegelisahan itu. Sebagai contoh yaitu, ketika seorang ibu mengkhawatirkan anak-anaknya karena sudah larut malam belum pulang kerumah. Begitu juga ketika seorang mahasiswa yang gelisah dengan hasil ujiannya, apakah mendapat hasil yang baik atau justru malah sebaliknya.
Bahkan terdapat kegelisahan disaat seorang kakek atau nenek yang terbaring sakit. Sang kakek atau nenek tersebut sangat gelisah dengan keadaannya. Karena mereka berfikir mungkin saja ALLAH SWT memanggilnya untuk pulang ke Rahmatullah. Bisa saja kan???...
Mungkin dalam ajaran agama Islam, kegelisahan yang terjadi dapat dihilangkan dengan cara berdzikir dan shalat. Insya ALLAH rasa gelisah akan hilang. Dan kita mesti positive thinking dengan semua kegelisahan yang kita rasakan. Pasti dengan berfikir baik rasa gelisah pun akan hilang.
MANUSIA DAN HARAPAN
Harapan berasal dari kata harap yaitu keinginan agar sesuatu terjadi. Harapan dapat diartikan sebagai menginginkan sesuatu yang ingin diwujudkan, seperti impian. Harapan memerlukan kepercayaan kepada diri sendiri, kepercayaan kepada orang lain dan yang utama kepercayaan kepada ALLAH SWT.
Setiap manusia pastinya memiliki harapannya masing-masing. Sebagai contoh diri saya sendiri. Saya sebagai mahasiswa memiliki harapan, yaitu saya berharap mendapat nilai IPK yang bagus. Mungkin itu harapan jangka pendek saya. Sedangkan dalam jangka panjang, saya berharap bisa membahagiakan kedua orangtua dan ingin pergi haji bersama keluarga. Insya ALLAH....
Namun itu semua terwujud dengan adanya usaha. Setelah berusaha semaksimal mungkin, serahkan semuanya kepada ALLAH SWT dan selalu berdoa kepada-Nya agar usaha yang kita lakukan tidak sia-sia, serta dapat mewujudkan harapan atau impian kita. Dan harapan kita telah terwujud, maka sudah sepantasnyalah kita bersyukur kepada ALLAH SWT, sebab apabila kita mensyukuri apa yang telah kita dapat pasti ALLAH akan selalu menambah rezeki kita.
Nah, itu sedikit penggambaran tentang harapan. Apabila memiliki harapan, segeralah kita berusaha untuk mencoba mewujudkannya. Namun jangan kecewa apabila terjadi kegagalan dalam pengharapan tersebut. Sebab kegagalan tersebut merupakan penundaan dari ALLAH SWT. Dan pasti akan diwujudkannya di lain waktu. Itu pasti...!!!
Rabu, 28 Desember 2011
PENGABDIAN KEPADA ORANG TUA
Pengabdian kepada kedua orangtua adalah suatu perbuatan atau bisa juga disebut suatu kewajiban. Karena apa? Karena kedua orang tua kita yakni ibu dan ayah adalah orang yang paling berjasa kepada kita sebagai anaknya. Disamping itu ibu dan ayah adalah orang yang paling menyayangi kita, mereka juga adalah orang yang paling banyak berkorban untuk kita anaknya. Barangkali kita sama-sama menyadari bahwa kita lahir dulu tidak membawa apa-apa. Namun kelahiran kita disambut senyum simpul dan rasa gembira yang sangat dalam oleh ibu dan ayah.
Itu sebabnya Allah SWT menyuruh kita agar selalu mengabdi kepada kedua orang tua, sebagaimana firman-Nya dalam Surat Luqman ayat 14 sebagai berikut:
“Dan kami perintahkan kepada manusia untuk berbuat baik kepada kedua orang tua, ibu dan ayahnya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah lemah dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tua, ibu dan ayahmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.”
Ada sedikit pertanyaan, mengapa kita selalu mengabdi kepada kedua orang tua, ibu dan ayah?... Mari kita uraikan alasannya. Cekidoot..
Di atas dunia ini orang yang paling menyayangi kita adalah orang tua kita. Sayangnya orang tua tidak akan pernah berubah. Baik ketika senang maupun ketika susah, baik diwaktu sehat maupun diwaktu sakit, baik disaat kaya maupun disaat miskin. ibu dan ayah selalu memberikan kasih sayang kepada kita selamanya.
- Ibu dan ayah adalah orang yang paling sayang kepada kita.
Di atas dunia ini orang yang paling menyayangi kita adalah orang tua kita. Sayangnya orang tua tidak akan pernah berubah. Baik ketika senang maupun ketika susah, baik diwaktu sehat maupun diwaktu sakit, baik disaat kaya maupun disaat miskin. ibu dan ayah selalu memberikan kasih sayang kepada kita selamanya.
- Ibu dan ayah adalah orang yang paling berjasa kepada kita.
Bila kita lukiskan, betapa besarnya jasa orangtua terhadap anaknya, sungguh tiada dapat untuk dilukiskan, sebab terlalu banyak untuk dikatakan. Tak ubahnya orang tua itu ibarat menanam buah kelapa,biarlah ia terbenam asalkan tunasnya tumbuh mekar di atas bumi. Dia rela berkorban baik moril maupun materil, baik tenaga maupun perasaan. Semua ini dikorbankan demi buah hati yang dicintainya.
- Ibu dan ayah adalah orang yang paling menderita untuk kita.
Penderitaan yang dialami oleh kedua orang tua adalah penderitaan yang tidak pernah habis-habisnya. Bagi seorang ayah, penderitaan yang dialaminya adalah beliau bekerja tiap hari, pergi pagi pulang sore bekerja ditengah teriknya sinar matahari, sementara keringat membasahi sekujur tubuh untuk mendapatkan sesuap nasi demi anak-anak yang dicintainya. Begitu pula dengan ibu, beliau menderita yaitu “Wahnan ‘ala Wahnin”, yaitu derita di atas derita. Betapa berat dan susahnya seorang ibu mengandung selama ± 9 bulan, kemudian disaat melahirkan terkadang nyawa dipertaruhkan. Sungguhpun demikian sewaktu anaknya lahir, seorang ibu masih sempat tersenyum mendengarkan tangisan sang bayinya. Subhanallah…
Nah, sekarang bagaimana cara pengabdian seorang anak kepada orang tuanya???, caranya ada lima, antara lain:
- Berbicara kepada kedua orang tua dengan lemah lembut. Jangan pernah membentak atau membantah.
- Melakukan segala sesuatu perbuatan yang menyenangkan hati kedua orang tua.
- Bila kita mempunyai pekerjaan tetap, maka hendaklah mencukupi kebutuhan beliau hingga hidupnya sejahtera.
- Mentaati perintahnya dan menghentikan larangannya, selagi tidak keluar dari aturan-aturan Islam.
- Mendoakan kedua orang tua kita kepada Allah SWT.
Langganan:
Postingan (Atom)