Kamis, 10 November 2011

MANUSIA DAN CINTA KASIH

                Semuanya pasti mengetahui, jikalau kita di dunia ini tercipta berkat adanya cinta kasih. Cinta dan kasih ini pada hakikatnya saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Keterkaitan manusia dengan cinta kasih sangatlah erat. Pasti manusia di dunia ini pernah merasakan cinta kasih. Nah, untuk lebih detailnya kita bahas manusia dan cinta kasih. Cekidoot…

PENGERTIAN CINTA
                  Kita semua pasti tahu apa itu cinta. Namun Cinta adalah satu perkataan yang mengandungi makna perasaan yang rumit. Bisa dialami semua makhluk. Penggunaan perkataan cinta juga dipengaruhi perkembangan semasa. Perkataan sentiasa berubah arti menurut tanggapan, pemahaman dan penggunaan di dalam keadaan, kedudukan dan generasi masyarakat yang berbeda. Sifat cinta dalam pengertian abad ke 21 mungkin berbeda daripada abad-abad yang lalu. Ungkapan cinta mungkin digunakan untuk meluapkan perasaan seperti berikut:
  • Perasaan terhadap keluarga
  • Perasaan terhadap teman-teman, atau philia
  • Perasaan yang romantis atau juga disebut asmara
  • Perasaan yang hanya merupakan kemahuan, keinginan hawa nafsu atau cinta eros
  • Perasaan sesama atau juga disebut kasih sayang
  • Perasaan tentang atau terhadap dirinya sendiri, yang disebut narsisme
  • Perasaan terhadap sebuah konsep tertentu
  • Perasaan terhadap negaranya atau patriotisme
  • Perasaan terhadap bangsa atau nasionalisme
Cinta terjadi berkat anugrah Tuhan, dimana manusia mempunyai perasaan yang tidak bisa dibohongi. Setiap manusia pasti mempunyai perasaan tersebut dan manusia juga berhak memilikinya, tetapi manusia tidak berhak untuk memaksakan kehendak orang lain untuk mencintainya. Cinta begitu kompleks untuk dijabarkan sebab cinta sangat indentik dengan perasaan hati nuraini seseorang yang paling mendalam, Disamping itu cinta tidak sulit untuk dikatan dari kata-kata tapi cinta begitu mudah untuk diungkapkan dari hati nurani seseorang. 
Cinta takkan bermakna bila tak ada kasih yang menyertainya. Cinta kasih adalah dimana seseorang mempunyai perasaan yang tulus tanpa  ada pamrih apapun. Cinta kasih dimana seseorang bersedia untuk menangis dan tertawa dengan orang yang dia cintainya. Cinta tidak dapat kita hindarkan tetapi cinta dapat kita pelajari dengan cara melihat pengalaman-pengalaman hidup yang kita hadapi. Banyak orang menghindari perasaan cinta padahal cinta adalah anugrah tuhan yang paling indah walaupun cinta terkadang menyakitkan. Sesungguhnya cinta adalah menanggung resiko apapun yang kita rasakan dan bersyukur atas pemberian dari tuhan sebab kita dapat tahu arti dari seluk beluk cinta kasih. Cinta kasih juga harus kita jalanin apa adanya dengan rasa tenang tanpa adanya rasa resah, ragu, dan juga takut sebab cinta adalah hakekat hati kita yang sangat mendalam hanya rasa syukurlah yang dapat merasakan ketenangan dari cinta kasih.

Terdapat unsur-unsur dasar yang menyangkut tentang cinta, yaitu:
·         Pengasuhan, contohnya cinta seorang ibu pada anaknya.
·         Tanggung jawab, adalah tindakan yang benar-benar berdasarkan atas sukarela
·         Perhatian, merupakan suatu perbuatan yang bertujuan untuk mengembangkan pribadi orang lain, agar mau membuka dirinya
·         Pengenalan, merupakan keinginan untuk mengetahui rahasia manusia

Cinta pun memiliki ciri-ciri, diantaranya:
·         Cinta bersifat manusiawi
·         Cinta bersifat rohani
·         Cinta yang menunjukan perilaku member.



PERBEDAAN CINTA DAN KASIH

                Ketika ditanyakan apa perbedaan cinta dan kasih, maka semuanya pati menjawab bila keduanya itu adalah suatu hal yang serupa. Tapi anggapan tersebut ternyata salah. Banyak perbedaan antara cinta dengan kasih. Maka dari itu saya akan mencoba menerangkan perbedaan cinta dan kasih.

                Menurut saya, cinta adalah sesuatu hal yang kita rasakan saat kita menyukai seseorang atau tertarik kepada seseorang. Cinta melambangkan rasa sayang kepada seseorang yang kita sukai. Biasanya ungkapan cinta diungkapkan kepada orang yang terkasihi. Sedangkan kasih adalah perasaaan yang mendalam karena kita mencintai seseorang atau mengasihi seseorang. Kasih adalah suatu hal yang universal , karena kasih tidak hanya diungkapkan kepada seseorang yang kita cintai melainkan kasih digunakan juga untuk menyatakan rasa sayang kepada Tuhan, orang tua, saudara, dan sesamanya.
                Namun saya simpulkan bahwa cinta adalah sesuatu perasaan yang bisa membuat semua orang menjadi bahagia dan sengsara hehehe… sedangkan kasih adalah rasa mengasihi tanpa memilih dan tanpa pamrih.

MACAM-MACAM CINTA
                Pastinya semua tahu kita hidup di dunia ini memang tidak akan pernah lepas dari namanya cinta, dimana mana kita akan selalu membutuhkan cinta atau kasih sayang. Tanpa hal tersebut, mungkin kita tidak akan merasakan indahnya dunia ini, dimana kita akan hidup sendiri dan tidak merasakan indahnya cinta dan kasih sayang, apakah anda mau hidup tanpa cinta???. Kayaknya 90% bakalan bilang "tidak kuat", akan tetapi, ternyata dalam cinta itu terdapat "bumbu-bumbu" lain yang membuat cinta itu bisa manis dan pahit.
                Tapi saya spesifikasikan berbagai macam cinta:
a.       Cinta kepada Allah SWT, inilah cinta yang sesungguhnya. Karena cinta kepada Allah pastinya memberikan kebahagian rohani dan jasmani. Kita semua tahu bahwa Allah SWT sebagai pencipta. Maka dari itu cinta yang paling utama adalah cinta kepada Allah SWT.
b.      Cinta kepada Orang tua, pastinya cinta ini merupakan suatu anugrah terindah. Karena tanpa adanya orang tua, kita tak aka nada didunia ini. Orang tua yaitu ayah dan ibu merupakan seseorang yang telah berjasa buat hidup kita didunia ini. Dan mereka jugaalah yang menjembatani hubungan makhluk dengan Allah SWT.
c.       Cinta Persaudaraan, yaitu diwujudkan manusia dalam tingkah atau perbuatannya. Cinta persaudaraan tidak mengenal adanya batas-batas manusia berdasarkan SARA.
d.      Cinta Keibuan, kasih sayang yang bersumber pada cinta seorang ibu terhadap anaknya.
e.      Cinta Diri Sendiri, yaitu bersumber dari diri sendiri. Cinta diri sendiri bernilai positif jika mengandung makna bahwa seseorang dapat mengurus dirinya dalam kebutuhan jasmani dan rohani.
f.        Cinta Erotis, kasih sayang yang bersumber dari cinta erotis (birahi) merupakan sesuatu yang sifatnya khusus sehingga memperdayakan cinta yang sesungguhnya. Namun, bila orang yang melakukan hubungan erotis tanpa disadari rasa cinta, di dalamnya sama sekali tidak mungkin timbul rasa kasih sayang.
g.       Cinta karena kasih sayang, cinta inilah yang biasanya sangat sulit sekali ditemukan sekarang ini. Akan tetapi, cinta karena kasih sayang masih bisa ditemukan pada pasangan yang benar-benar tulus saling mencintai antara satu dengan yang lain. Cinta ini terkadang tidak peduli dengan apa yang terjadi di sekitar mereka atau dengan kata lain mereka tidak terpengaruh dengan harta atau jabatan. Mereka hanya merasa saling menghargai satu sama lain, dan merasa saling membutuhkan.
h.      Cinta karena nafsu, cinta inilah yang berbahaya, cinta karena nafsu biasanya terjadi pada seseorang yang hanya ingin memenuhi nafsunya belaka. Mereka mengatakan cinta kepada seseorang hanya untuk memenuhi “nafsu” mereka belaka. Cinta ini biasanya terjadi pada masa-masa dewasa, dimana kita misalkan ingin mendapatkan seseorang yang di anggap paling cantik/ganteng di kampus/sekolahan kita. Maka dengan mendapatkanya, kita bisa memuaskan nafsu kita untuk memilikinya. Akan tetapi, “biasanya” hubungan seperti ini tidak bertahan lama, karena tidak desertai dengan rasa cinta yang tulus.
i.         Cinta karena harta,  cinta seperti ini sudah makin banyak terjadi di lingkungan kita, akan tetapi kita juga tidak bisa menyalahkan orang yang mencintai seseorang karena harta. Sekarang beberapa orang mulai berfikir realistis, mereka membutuhkan harta/uang untuk mencukupi kehidupanya sehari-hari. Jadi, mereka mencari pasangan yang jauh lebih kaya dari mereka.
j.        Cinta karena kasihan, biasa kita temuin sehari-hari di lingkungan kita. Cinta ini desebabkan karena seseorang merasa kasihan kepada orang lain atau dengan kata lain merasa iba.
k.       Cinta karena paksaan, biasanya terjadi karena mereka di dorong atau di paksa mencintai seseorang yang tidak dicintainya.
l.         Cinta karena balas dendam, adalah cinta yang hanya ingin menyakiti, tanpa ada rasa ingin saling melindungi satu sama lain.

TINGKATAN CINTA
                Ada berbagai tingkatan cinta yang bisa kita rasakan. Namun hanya ada 4 yang bisa saya sampaikan.
                Tingkatan yang pertama, cinta ialah istihsan (anggapan baik). Pada tingkatan ini seseorang menyukai wajah orang yang menjadi objek cintanya. Dengan demikian, cinta itu pada mulanya bermula dari pandangan mata. Mata seolah-olah berperan sebagai delegasi seseorang yang sedang dilanda cinta, terlebih lagi saat lidah tak mampu mengekspresikan cinta. Pada tingkatan ini interaksi yang terjadi lebih bersifat kesetiakawanan, belum menjadi interaksi cinta.
                Tingkatan yang kedua, adalah takjub. Pada tingkatan ini seseorang selalu ingin berada disamping obyek cintanya dan ingin selalu bercakap-cakap dengannya. Bahkan selalu ingin menjadi perhatian buat objeknya. Ingin terus memberikan perhatian kepadanya (sedikit pengalaman pribadi hehehe…).
                Setelah itu tingkatan yang ketiga, adalah rindu. Dalam tingkatan ini, hati seseorang demikian menggebu-gebu terhadap kekasihnya, sehingga ia akan tersiksa apabila tidak melihat kekasihnya. Semua orang akan ikut merasakan kegelisahannya. Dan pasti akan selalu ingin bertemu (kembali lagi dari pengalaman pribadi hehehe…).
                Dan yang terakhir, tingkatan keempat adalah tingkatan kasmaran. Pikiran seseorang pada level ini akan selalu dipenuhi cinta. Inilah klimaks dari asmara sepasang kekasih. Yang ada dikepalanya pasti hanyalah lawan jenisnya itu. Terkadang ada saatnya semua yang dilakukan pasti akan terbayang-bayaang. Bahkan bawaannya selalu ingin bersama (ngambil lagi dari pengalaman hehehe…). 



REFERENSI

http://id.wikipedia.org/wiki/Cinta

MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

Manusia dan kebudayaan adalah dua hal yang sangat erat dan tak bisa dpisahkan satu sama lainnya. Budaya tercipta atau terwujud merupakan hasil dari interaksi antara manusia dengan segala isi yang ada di alam raya ini. Sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang dianugrahi akal dan pikiran, manusia dapat menciptakan kebudayaannya masing-masing dan mampu untuk berkarya di muka bumi ini karena secara hakikatnya manusia adalah khalifah di muka bumi ini. Disamping itu manusia juga memiliki intelegensia, intuisi, perasaan, emosi, kemauan, fantasi dan perilaku. Dengan semua kemampuan yang dimiliki oleh manusia maka manusia bisa menciptakan kebudayaan. Kebudayaan ada karena manusia yang menciptakannya dan manusia dapat hidup ditengah kebudayaan yang diciptakannya.
Kebudayaan manusia pastinya berbeda-beda, karena setiap manusia mempunyai kebiasaan dan lingkungannya sendiri. Di seluruh dunia pastinya kebudayaan masing-masing wilayah berbeda. Bahkan di negara kita Indonesia, dari Sabang sampai Merauke memiliki kebudayaan yang beragam. Oleh karena itulah keberagaman budaya tersebut sangat dipengaruhi faktor-faktor seperti lingkungan, individunya sendiri dan lain sebagainya.

DEFINISI MANUSIA
Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Banyak pengertian dari definisi manusia ini. Dapat diartikan secara biologis, rohani, atau dari kebudayaannya. Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai  Homo Sapiens, yaitu sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi. Dalam hal kerohanian, mereka dijelaskan menggunakan konsep jiwa yang bervariasi di mana, dalam agama, dimengerti dalam hubungannya dengan kekuatan ketuhanan atau makhluk hidup; dalam mitos, mereka juga seringkali dibandingkan dengan ras lain. Dalam kebudayaan, mereka dijelaskan berdasarkan penggunaan bahasanya, organisasi mereka dalam masyarakat luas serta perkembangan teknologinya, dan terutama berdasarkan kemampuannya untuk membentuk kelompok dan lembaga untuk dukungan satu sama lain serta pertolongan.

Secara garis besar, manusia adalah makhluk hidup yang memiliki akal dan pikiran serta dilengkapi dengan mempunyai intelegensia, intuisi, perasaan, emosi, kemauan, fantasi dan perilaku. Dengan adanya faktor itu, dapat dikatakan manusia atau orang adalah makhluk hidup paling sempurna didunia ini.

ORIENTASI NILAI BUDAYA
            Orientasi Nilai Budaya merupakan sistem nilai budaya bermasyarakat secara universal.  Terdapat banyak nilai kehidupan yang ditanamkan oleh setiap budaya yang ada di dunia. Nilai kebudayaan pasti berbeda-beda pada dasarnya tetapi kesekian banyak kebudayaan di dunia ini memiliki orientasi-orientasi yang hampir sejalan terhadap yang lainnya. Jika dilihat dari lima masalah dasar dalam hidup manusia, orientasi-orientasi nilai budaya hampir serupa.

            Lima Masalah Dasar Dalam Hidup yang Menentukan Orientasi Nilai Budaya Manusia ( kerangka Kluckhohn ) :
·         Hakekat Hidup
1.       Hidup itu buruk
2.       Hidup itu baik
3.       Hidup bisa buruk dan baik, tetapi manusia tetap harus bisa berikthtiar agar hidup bisa menjadi baik.
4.       Hidup adalah pasrah kepada nasib yang telah ditentukan.
·         Hakekat Karya
1.       Karya itu untuk menafkahi hidup
2.       Karya itu untuk kehormatan.
·         Persepsi Manusia Tentang Waktu
1.       Berorientasi hanya kepada masa kini. Apa yang dilakukannya hanya untuk hari ini dan esok. Tetapi orientasi ini bagus karena seseorang yang berorientasi kepada masa kini pasti akan bekerja semaksimal mungkin untuk hari-harinya.
2.       Orientasi masa lalu. Masa lalu memang bagus untuk diorientasikan untuk menjadi sebuah evolusi diri mengenai apa yang sepatutnya dilakukan dan yang tidak dilakukan.
3.       Orientasi masa depan. Manusia yang futuristik pasti lebih maju dibandingkan dengan lainnya, pikirannya terbentang jauh kedepan dan mempunyai pemikiran nyang lebih matang mengenai langkah-langkah yang harus di lakukann nya.
·         Pandangan Terhadap Alam
1.       Manusia tunduk kepada  alam yang dashyat.
2.       Manusia berusaha menjaga keselarasan dengan alam.
3.       Manusia berusaha menguasai alam.
·         Hubungan Manusia Dengan Manusia
1.       Orientasi kolateral (horizontal), rasa ketergantungan kepada sesamanya, barjiwa gotong royong.
2.       Orientasi vertikal, rasa ketergantungan kepada tokoh-tokoh yang mempunyai otoriter untuk memerintah dan memimpin.
3.       Individualisme, menilai tinggi uaha atas kekuatan sendiri.

HAKEKAT MANUSIA
              Manusia adalah mahluk paling sempurna yang pernah diciptakan oleh Allah SWT. Kesempurnaan yang dimiliki oleh manusia merupakan suatu konsekuensi fungsi dan tugas mereka sebagai khalifah dimuka bumi ini.
Hakekat manusia adalah sebagai berikut :
·         Makhluk yang memiliki tenga dalam yang dapat menggerakkan hidupnya untuk     memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.
·         Individu yang memiliki sifat rasional yang bertanggung jawab atas tingkah laku intelektual dan sosial.
·         yang mampu mengarahkan dirinya ke tujuan yang positif mampu mengatur dan mengontrol dirinya dan mampu menentukan nasibnya.
·         Makhluk yang dalam proses menjadi berkembang dan terus berkembang tidak pernah selesai (tuntas) selama hidupnya.
·         Individu yang dalam hidupnya selalu melibatkan dirinya dalam usaha untuk mewujudkan dirinya sendiri, membantu orang lain dan membuat dunia lebih baik untuk ditempati
·         Suatu keberadaan yang berpotensi yang perwujudanya merupakan ketakterdugaan dengan potensi yang tak terbatas
·         Makhluk Tuhan yang berarti ia adalah makhluk yang mengandung kemungkinan baik dan jahat.
·         Individu yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan turutama lingkungan sosial, bahkan ia tidak bisa berkembang sesuai dengan martabat kemanusaannya tanpa hidup di dalam lingkungan sosial.

MACAM MACAM BUDAYA
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Berikut adalah berbagai macam kebudayaan universal, yaitu:
- Sosial 
Macam-macam budaya tentang sosial ini berkaitan erat dengan ras dan suku bangsa. Misalnya suku Batak, Dayak, dsb. di Indonesia, suku Amborigin di Australia, dan masih banyak lagi.  Tiap suku punya ciri khas tersendiri. Semua aspek kehidupan tiap suku adalah akabar budaya nasional bangsa itu sendiri.

- Teknologi 
Teknologi adalah semua hal yang diciptakan manusia sebagai alat untuk mempermudah kehidupan. Kebudayaan teknologi yang dimaksud adalah budaya masyarakat dalam menemukan beberapa hal penting sebagai penunjang hidup. Perkembangan kebudayaan yang satu ini adalah yang paling cepat berubah, karena kebutuhan manusia yang tidak pernah terpuaskan dan ingin sesuatu yang lebih baru dan efisien. Macam-macam budaya teknologi adalah seperti senjata, pakaian, alat komunikasi, sistem transportasi, rumah/bangunan.

- Kesenian
Seluruh budaya di dunia tak lepas dari aspek kesenian daerahnya. Kesenian itu sendiri adalah ekspresi manusia yang bisa dinikmati oleh mata dan telinga. contohnya Sastra (Bahasa), Lagu/Musik, Tarian, Hari Spesial.



REFERENSI




Jumat, 12 Agustus 2011

Islam Di Indonesia

Islam telah dikenal di Indonesia pada abad pertama Hijaiyah atau 7 Masehi, meskipun dalam frekuensi yang tidak terlalu besar hanya melalui perdagangan dengan para pedagang muslim yang berlayar ke Indonesia untuk singgah untuk beberapa waktu. Pengenalan Islam lebih intensif, khususnya di Semenanjung Melayu dan Nusantara, yang berlangsung beberapa abad kemudian. Salah satu bukti peninggalan Islam di Asia Tenggara adalah dua makam muslim dari akhir abad ke 16
Agama islam pertama masuk ke Indonesia melalui proses perdagangan, pendidikan, dll. Tokoh penyebar islam adalah walisongo antara lain,
  • Sunan Ampel
  • Sunan Bonang
  • Sunan Muria
  • Sunan Gunung Jati
  • Sunan Kalijaga
  • Sunan Giri
  • Sunan Kudus
  • Sunan Drajat
  • Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim)

Kamis, 11 Agustus 2011

Beberapa Hukum Shalat Tarawih

09 Ramadhan

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa menegakkan Ramadlan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Al-Bukhari no. 36 dan Muslim no. 1266)
Makna ‘iman dan mengharap pahala’ adalah membenarkan pahalanya dan menghendaki dengannya wajah Allah, serta berlepas dari riya` dan sum’ah.
Makna ‘diampuni dosa-dosanya yang telah lalu’ adalah semua dosa-dosa kecilnya akan ditutupi dan dia tidak akan disiksa karenanya.
Dari Aisyah radhiallahu anha isteri Nabi shallaallahu ‘alaihi wa sallam dia berkata:
كَانَ النَّاسُ يُصَلُّونَ فِي مَسْجِدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي رَمَضَانَ بِاللَّيْلِ أَوْزَاعًا يَكُونُ مَعَ الرَّجُلِ شَيْءٌ مِنْ الْقُرْآنِ فَيَكُونُ مَعَهُ النَّفَرُ الْخَمْسَةُ أَوْ السِّتَّةُ أَوْ أَقَلُّ مِنْ ذَلِكَ أَوْ أَكْثَرُ فَيُصَلُّونَ بِصَلَاتِهِ قَالَتْ فَأَمَرَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْلَةً مِنْ ذَلِكَ أَنْ أَنْصِبَ لَهُ حَصِيرًا عَلَى بَابِ حُجْرَتِي فَفَعَلْتُ فَخَرَجَ إِلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعْدَ أَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ الْآخِرَةَ قَالَتْ فَاجْتَمَعَ إِلَيْهِ مَنْ فِي الْمَسْجِدِ فَصَلَّى بِهِمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْلًا طَوِيلًا ثُمَّ انْصَرَفَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَدَخَلَ وَتَرَكَ الْحَصِيرَ عَلَى حَالِهِ فَلَمَّا أَصْبَحَ النَّاسُ تَحَدَّثُوا بِصَلَاةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَنْ كَانَ مَعَهُ فِي الْمَسْجِدِ تِلْكَ اللَّيْلَةَ قَالَتْ وَأَمْسَى الْمَسْجِدُ رَاجًّا بِالنَّاسِ فَصَلَّى بِهِمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْعِشَاءَ الْآخِرَةَ ثُمَّ دَخَلَ بَيْتَهُ وَثَبَتَ النَّاسُ قَالَتْ فَقَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا شَأْنُ النَّاسِ يَا عَائِشَةُ قَالَتْ فَقُلْتُ لَهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ سَمِعَ النَّاسُ بِصَلَاتِكَ الْبَارِحَةَ بِمَنْ كَانَ فِي الْمَسْجِدِ فَحَشَدُوا لِذَلِكَ لِتُصَلِّيَ بِهِمْ قَالَتْ فَقَالَ اطْوِ عَنَّا حَصِيرَكِ يَا عَائِشَةُ قَالَتْ فَفَعَلْتُ وَبَاتَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غَيْرَ غَافِلٍ وَثَبَتَ النَّاسُ مَكَانَهُمْ حَتَّى خَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى الصُّبْحِ فَقَالَتْ فَقَالَ أَيُّهَا النَّاسُ أَمَا وَاللَّهِ مَا بِتُّ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ لَيْلَتِي هَذِهِ غَافِلًا وَمَا خَفِيَ عَلَيَّ مَكَانُكُمْ وَلَكِنِّي تَخَوَّفْتُ أَنْ يُفْتَرَضَ عَلَيْكُمْ فَاكْلَفُوا مِنْ الْأَعْمَالِ مَا تُطِيقُونَ فَإِنَّ اللَّهَ لَا يَمَلُّ حَتَّى تَمَلُّوا
“Pada malam bulan Ramadhan, orang berbondong-bondong shalat di masjidnya Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam. Setiap ada orang yang hafal Al Qur’an diikuti oleh lima atau enam orang, atau kurang atau lebih dari itu, mereka melakukan shalat dengan mengikuti shalatnya orang yang hafal Al Qur’an.” Ia berkata; “Pada malam itu, Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepadaku supaya meletakkan tikar untuknya di atas pintu kamarku, aku pun mengerjakannya. Setelah shalat isya’ yang terakhir, beliau keluar.” Ia berkata; “Orang-orang yang ada di masjid pun mengerumuni beliau, lalu Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam melakukan shalat malam dengan panjang bersama mereka. Setelah itu, Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam beranjak masuk (rumah) dan meninggalkan tikarnya seperti semula. Tatkala di pagi hari, orang-orang membicarakan mengenai shalatnya Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam dengan orang-orang yang bersamanya di masjid pada malam itu.” Ia berkata; “Ketika di sore hari, masjid sudah didesak-desaki oleh orang dan Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam melakukan shalat isya’ bersama mereka. Setelah itu, beliau masuk rumahnya sedangkan orang-orang masih tetap di masjid.” Ia berkata; Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam menuturkan kepadaku; ‘Apa yang terjadi dengan orang-orang tersebut wahai Aisyah? ‘ ia berkata; saya menjawab; “Wahai Rasulullah! Orang-orang telah mendengar shalatmu tadi malam dengan beberapa orang di masjid. Merekapun berkumpul untuk hal itu supaya engkau shalat bersama mereka.” Ia berkata; “Beliau menuturkan; ‘Lipat tikar mu itu wahai Aisyah! ‘ Aku pun mengerjakannya. Rasulullah tetap bermalam di rumah dan bukan karena beliau lupa. Sementara orang-orang tetap berada di masjid hingga Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam keluar untuk melakukan shalat shubuh.” Ia berkata; beliau bersabda: “Wahai manusia, demi Allah, segala puji bagi Allah, pada malam ini aku sengaja lalaikan. Bukannya karena aku tidak tahu tempat kalian, tapi aku khawatir (shalat tersebut) akan diwajibkan kepada kalian. Maka lakukanlah amal perbuatan yang kalian mampu, karena Allah tidak akan pernah bosan hingga kalian bosan.” (HR. Ahmad no. 25103)
Beberapa pelajaran yang bisa dipetik dari hadits di atas:
a.    Disyariatkannya shalat tarawih, dan bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam mengerjakannya setelah shalat isya.
b.    Yang menjadikan Nabi shallallahu alaihi wasallam tidak shalat berjamaah tarawih bersama sahabat sampai akhir bulan adalah karena beliau khawatir shalat tarawih akan diwajibkan kepada mereka sehingga akan memberatkan mereka.
Akan tetapi tatkala kekhawatiran ini sirna dengan wafatnya beliau, maka hukumnya kembali ke asal perbuatan beliau shallallahu alaihi wasallam, yaitu disyariatkan shalat tarawih berjamaah.
c.    Semangat para sahabat radhiallahu anhum dalam beribadah dan dalam mencontoh Nabi mereka shallallahu alaihi wasallam.
d.    Semangat beliau untuk memberikan kebaikan kepada umatnya dan sekaligus kasih sayang beliau kepada mereka sehingga beliau tidak ingin menyusahkan mereka. Allah Ta’ala berfirman:
لقد جاءكم رسول من أنفسكم عزيز عليه ما عنتم حريص عليكم بالمؤمنين رءوف رحيم
“Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.” (QS. At-Taubah:128)
Disunnahkan shalat tarawih bersama imam sampai selesai shalat witir, karena telah shahih dalam hadits Abu Dzar radhiallahu anhu bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
إِنَّهُ مَنْ قَامَ مَعَ الْإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ
“Sesungguhnya siapa saja yang shalat (malam) bersama imam hingga selesai, maka akan dicatat baginya seperti bangun (untuk mengerjakan shalat malam) semalam suntuk.” (HR. Abu Daud no. 1167, At-Tirmizi no. 734, An-Nasai no. 1347, dan Ibnu Majah no. 1317 dengan sanad yang shahih)
Hadits ini berlaku umum untuk lelaki dan wanita, jika wanita ikut shalat tarawih di masjid. Hanya saja sudah dimaklumi bersama bahwa shalatnya wanita di rumahnya itu lebih utama karena hal itu lebih aman baginya dan lebih menjauhkannya dari fitnah. Dan kalau kita mengamati keadaan kaum muslimah yang keluar ke masjid untuk melaksanakan shalat tarawih maka sungguh menyuruh mereka shalat di rumah itu lebih mencegah terjadinya kemungkaran. Dari Aisyah radhiallahu anha isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dia berkata:
لَوْ أَدْرَكَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا أَحْدَثَ النِّسَاءُ لَمَنَعَهُنَّ الْمَسَاجِدَ كَمَا مُنِعَهُ نِسَاءُ بَنِي إِسْرَائِيلَ
“Seandainya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melihat apa yang dilakukan oleh para wanita (sekarang), niscaya beliau akan melarang mereka untuk mendatangi masjid sebagaimana para wanita Bani Israil yang juga dilarang.” (Riwayat Malik dalam Al-Muwaththa` no. 418)
Yang dimaksud adalah para wanita di zaman ini keluar shalat dengan memakai perhiasan, wangi-wangian, pakaian yang indah, dan semacamnya.
Kalau demikian keadaan para wanita di zaman tabi’in yang merupakan salah satu zaman terbaik, maka tidak tahu lagi bagaimana sikap Nabi shallallahu alaihi wasallam ketika melihat para wanita di zaman ini, zaman yang jauh dari ilmu dan penuh dengan kejelekan. Wallahul Musta’an.
MENUJUKESEMPURNAAN © 2008 Template by:
SkinCorner